Senin, 10 November 2008

jatuh di pelukanNya

Beberapa bulan yang lalu Madeleine mulai belajar untuk berdiri. Setiap waktu tanpa merasa lelah dia berusaha untuk berdiri. Barang apapun di sekitarnya dia pakai untuk membantu dia menegakkan kakinya yang kecil dan mungil itu.

Setiap kali dia berhasil berdiri sendiri, dia menolehkan mukanya ke arahku dan tertawa, seolah-olah mau pamer, “aku berhasil berdiri tanpa bantuanmu”. Dia sih senang saja. Aku takut setengah mati. Takut dia jatuh, melihat kakinya yang belum stabil betul. Saking takutnya sampai tiap kali dia berdiri, aku duduk bersila di belakangnya, jaga-jaga siapa tahu dia jatuh ke belakang.

Melihat aku duduk di belakangnya, dia malah memanfaatkan keberadaanku di situ. Dia menjatuhkan dirinya dengan sengaja ke belakang sehingga jatuh ke atas pangkuanku. Habis itu dia teriak, “Lagi ... lagi”. Maksudnya, tolong berdirikan aku lagi, biar aku bisa menjatuhkan diriku lagi. Ternyata dia menikmati sekali jatuh ke atas pangkuanku. Seolah-olah dia tahu, aku pasti akan menangkapnya dan tidak akan membiarkan dia jatuh. Seolah-olah dia yakin, ke manapun arah jatuhnya aku akan selalu menangkapnya.

Keyakinan seperti yang dimiliki Madeleine ini ingin sekali aku miliki ketika aku jatuh dan mengalami kepedihan dalam hidup. Keyakinan bahwa Bapaku tidak akan membiarkan aku mengalami kesakitan. Keyakinan bahwa Bapaku tidak mengenal lelah untuk selalu menangkap aku ketika aku jatuh. Bahwa aku tidak bisa jatuh lebih dalam lagi selain ke atas pangkuan Bapaku di surga.

Aku tahu bagaimana besar cintaku pada Madeleine, sehingga aku tidak akan membiarkan dia jatuh terjungkal dan kepalanya membentur lantai. Dan aku juga tahu bahwa cinta Bapaku padaku jauh lebih besar dari pada cinta terbesar yang mampu aku berikan pada Madeleine. Bila aku saja, yang hanya bisa mencinta dengan sangat terbatas, tidak akan membiarkan anakku jatuh selain ke atas pangkuanku, bagaimana dengan Dia yang bisa mencinta tanpa batas ?

Semestinya sampai di sini aku, sebagai anak-Nya, tidak perlu takut untuk jatuh. Tapi sering kali aku meragukan apakah Bapaku benar-benar akan menangkap aku bila aku jatuh. Sering aku jatuh, mengalami kepedihan hati dan pada saat itu aku tidak merasakan kehangatan pelukan tangan-Nya apalagi empuknya pangkuan tempat aku jatuh.

Padahal janji-Nya telah Dia berikan padaku di dalam kitab Yosua: “Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Yos 1:5b). Janji yang seharusnya aku yakini sebagai janji yang pasti akan dipenuhi. Aku akan terus berusaha untuk meyakini janji-Nya ini. Sehingga suatu ketika nanti bila aku jatuh, aku tidak perlu menoleh ke belakang untuk memastikan apakah Bapa-ku bersila di belakangku. Karena aku yakin, Dia tidak akan pernah meninggalkan aku.

Belajar mencintai membutuhkan waktu seumur hidup...

Author: momoy


Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai kesempatan pada kita.

Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.

Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :

“Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil”

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu
Tetapi tetap berpulang padamu

Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…


Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Malaikat di Rumahmu

Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia. Sang bayi bertanya kepada Tuhan, “Para malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?”
Tuhan menjawab “Saya telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.

”Sang bayi berkata “Tapi disini….., di Surga…., yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”
Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia.”

Sang bayi bertanya lagi “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?”
Tuhan menjawab “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara.”

“Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
“Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mengancam jiwanya.”

“Pasti saya akan merasa sedih karena tidak melihatMU lagi.”
“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan kepadamu bagaimana agar kau bisa kembali kepadaKu, walapun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu.”

Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan kepada Tuhan, “Tuhan… jika saya harus berangkat sekarang, bisakah Engkau memberi tahu aku nama malaikat tersebut?”

Jawab Tuhan “Kamu akan memanggil malaikatmu.. ..Ibu…”

Rabu, 05 November 2008

Rencana Tuhan itu indah pada waktuNya

Ada seorg anak laki" yg berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menj jenderal AD. Anak itu pandai & memiliki ciri" yg lbh drpd cukup u/ dpt membawa nya kemanapun ia mau. u/ itu ia bersyukur kpd Tuhan, o/ krn ia adlh seorg anak yg takut akan Tuhan & ia selalu berdoa agar suatu hari nanti impiannya itu menj kenyataan.

Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya u/ bergabung dgn AD, ia ditolak o/ krn memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia melepaskan hasratnya u/ menj jenderal & ia mempersalahkan Tuhan yg tdk menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorg diri, dgn perasaan yg kalah, & rasa amarah yg belum pernah dialaminya sebelumnya yg mulai ditujukannya terhadap Tuhan.Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tdk mempercayaiNya lagi sbg seorg sahabat, ttp sbg seorg tiran (penguasa yg lalim). Ia tdk pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika org" seperti biasanya berbicara tntg Tuhan yg Maha Pengasih, maka ia akan mengejek & menanyakan pertanyaan" rumit yg akan membuat org" percaya itu kebingungan.

Ia kmdn memutuskan u/ masuk perguruan tinggi & menj dokter. Dan begitulah, ia menj dokter & bbrp tahun kmdn menj seorg ahli bedah yg handal. Ia menj pelopor di dalam pembedahan yg berisiko tinggi dimana pasien tdk memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tdk ditangani o/ ahli bedah muda ini.

Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yg baru. Selama bertahun", ia tlh menyelamatkan beribu" jiwa, baik anak" maupun org dewasa.Para org tua skrng dpt tinggal dgn berbahagia bersama dgn putra atau putri mrk yg dilahirkan kembali, para ibu yg sakit parah sekarang masih dpt mengasihi keluarganya. Para ayah yg hancur hati o/ krn tak seorgpun yg dpt memelihara keluarganya setelah kematiannya, tlh diberikan kesempatan baru.Setelah ia menj lbh tua maka ia melatih para ahli bedah lain yg bercita" tinggi dgn teknik bedah barunya & lbh banyak lagi jiwa yg diselamatkan.

pd suatu hari ia menutup matanya & pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dgn kebencian, pria itu bertanya kpd Tuhan mengapa doa"nya tdk pernah dijawab, & Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, & lihatlah impianmu menj kenyataan." Di sana, ia dpt melihat dirinya sendiri sbg seorg anak laki" yg berdoa u/ bisa menj seorg prajurit.Ia melihat dirinya masuk AD & menj prajurit. Di sana ia sombong & ambisius, dgn pandangan mata yg seakan" berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen.Ia kmdn dipanggil u/ mengikuti peperangannya yg pertama, akan ttp ketika ia berada di kamp garis depan, sebuah bom jatuh & membunuhnya. Ia dimasukkan ke dlm peti kayu u/ dikirimkan kembali kpd keluarganya. Semua ambisinya hancur berkeping" saat org tuanya menangis & terus menangis.

Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bgmn rencanaKu tlh terpenuhi sekalipun engkau tdk setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari & brp banyak jiwa yg tlh diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya & di wajah anggota keluarganya & kehidupan baru yg tlh diberikannya kpd mrk dgn menj seorg ahli bedah.kmdn di antara para pasiennya, ia melihat seorg anak laki" yg juga memiliki impian u/ menj seorg prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit.Ia melihat bagaimana ia tlh menyelamatkan nyawa anak laki" itu melalui pembedahan yg dilakukannya. Hari ini anak laki" itu tlh dewasa & menj seorg jenderal. Ia hanya dpt menj jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dgnnya. Ia mengerti bagaimana Tuhan tlh memakainya sbg alatNya u/ menyelamatkan beribu" jiwa, & memberikan masa depan kpd anak laki" yg ingin menj prajurit itu.

u/ dpt melihat kehendak Tuhan digenapkan di dlm hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan & bukan mengharapkan Tuhan yg mengikuti anda.


"Apa yg kau alami kini, mungkin tak dpt engkau mengerti, tanamkan di hati, Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pd yg minta roti"

Kamis, 02 Oktober 2008

my birthday

my birthday October 2nd, 2008...i was so lonely buat i thought, God gime me strengh from my friend's hands. my friends became akang's hand to give me some flowers on my birthday, because he couldnt be here with me

what a lovely roses ....

Rata Tengah







Senin, 22 September 2008

How much I love you

Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama yang baru berusia 5 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya. Michael senang sekali. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan,terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen,"Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi." Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.

Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! "Mami… aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang tanggap."Mami… aku pengen nyanyi!!" Karen terlalu larut dalam kesedihan dankekuatirannya. "Mami…. aku kepengen nyanyi!!!" Itu berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. "Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!" batinnya.

Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. "Anak kecil dilarang masuk!" Karen ragu-ragu. "Tapi, suster…." suster tak mau tahu. "Ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!"

Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, "Suster, sebelum diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!" Suster terdiam menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!"

Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya… Lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring

"You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey…."
Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

"You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away."
Denyut nadinya menjadi lebih teratur, Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan, "Terus...... terus Michael! Teruskan sayang....," bisik ibunya sambil menangis.

"The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in my…" Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur…

" I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same…"
Sang adik kelihatan begitu tenang, sangat tenang. "Lagi sayang…" bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan…. adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan damai… lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib,dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa!

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan.

Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi.

what a romantic month september is....



september ohh september, what a romantic month for me ;P
it's all becos of akang's coming :)

september saturday 13th he came to surabaya, back from singapore...he visited me :))
i picked him up at airport...fiuhhh i was almost late....i didnt want it becos i really really wanted to see him out from the gate of depature :p....it was meant to me

i didnt meet him after 4 months, what a crazy miss that i felt :( but it's for our future :)
i can be kissed and hugged by him again and again....

sunday, 14th september.....at the morning we ate soto madura, he always miss the soto so much the we went to pasar pucang to buy a bag of flowers becos we would go to sentong ^^....we always did it . we were back from sentong at 1 o'clock, then .....^^ the big moment that we have

after the big moment. we had dinner at boncafe...wow it was so romantic place...it was really really a romantic day for us